MAKALAH TSUNAMI
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah bencana alam ini yang berjudul:
TSUNAMI
Pada dasarnya makalah ini kami buat untuk menambah wawasan kami. Sehingga dapat
digunakan sebagai bahan pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar.
Kami menyadari bahwa dalam proses pembuatan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, kami telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah
ini dapat diselesaikan. Kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka
menerima masukan,saran maupun kritikan guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Wassalamua’alaikum wr.wb
Jakarta, 14 Juni 2013
Penulis
Firman Nugroho
Daftar Isi
• Pengertian Tsunami
• Faktor Penyebab Tsunami
• Tanda-Tanda Bencana Tsunami
• Dampak Bencana Tsunami
• Cara Menanggulangi Bencana Tsunami
• Tsunami Dalam Sejarah
A. PENGERTIAN TSUNAMI
Tsunami (bahasa Jepang: tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah
berarti "ombak besar di pelabuhan"). Tsunami adalah perpindahan badan
air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan
tiba-tiba. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang
dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan
kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan
500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian
gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang
tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati
pantai,kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun
ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang
tsunami bisa mencapai puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan karena tsunami
bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran
gelombang tsunami.
B. FAKTOR PENYEBAB TSUNAMI

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan
sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun
meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah
laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus,
misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.
Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau
turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang
berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut,
yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan
terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang
terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila
tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya
sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang
tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai
tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa
air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis
pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa
kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi
juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke
bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat
mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang
menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun
secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya
terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari
atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi
megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Gempa yang menyebabkan tsunami
Gempa bumi yang berpusat di tengah laut
dan dangkal (0 - 30 km)
Gempa bumi dengan kekuatan
sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
Gempa bumi dengan pola sesar naik atau
sesar turun
C. TANDA-TANDA BENCANA TSUNAMI

1.Diawali adanya gempa bumi. Bila Anda tinggal di dekat pantai, sebaiknya
berhati-hati bila terjadi gempa bumi. Tsunami biasanya terjadi karena adanya
gempa bumi yang terjadi di bawah atau di dekat laut. Tidak hanya gempa yang
terjadi di daerah Anda, tetapi juga di seluruh dunia. Gempa ribuan kilometer
jauhnya dapat menyebabkan potensi tsunami yang mematikan.
2.Dengarkan suara-suara gemuruh. Banyak korban tsunami telah mengatakan bahwa
datangnya gelombang tsunami diawali dengan suara gemuruh yang keras mirip
dengan kereta barang.
3.Perhatikan penurunan air laut. Jika ada penurunan air laut yang cepat dan
bukan merupakan waktu air laut surut, maka segeralah mencari tempat
perlindungan yang tinggi. Sebelum terjadi gelombang tsunami, air laut akan
terlebih dahulu surut dengan cepat dan kemudian kembali dengan kekuatan yang
sangat besar.
4.Selalu waspada pada gelombang pertama. Gelombang tsunami pertama tidak selalu
yang paling berbahaya, sehingga tetap mendekatkan diri dari garis pantai sampai
keadaaan benar-benar aman. Jangan berasumsi bahwa karena tsunami kecil di satu
tempat maka akan kecil juga pada daerah yang lain. Ukuran gelombang tsunami
bervariasi dan tidak sama di semua lokasi. Gelombang tsunami juga bisa
melakukan perjalanan melalui sungai-sungai yang terhubung ke laut.
Selain tanda-tanda tersebut, alam juga bisa memberi tanda sebelum terjadinya
bencana, seperti gerakan angin yang tidak biasa, tekanan udara atau cuaca yang
ekstrem dan perilaku hewan yang berubah. Sebagai contoh prilaku hewan yang
berubah yaitu: beberapa kelelawar, yang aktif di malam hari dan biasanya tidur
di siang hari, menjadi sangat aktif setengah jam sebelum gelombang tsunami
datang.
Di Sri Lanka dan Thailand ada sebuah cerita tentang gajah-gajah berlari ke
bukit satu jam sebelum tsunami tahun 2004 yang menghancurkan desa dan membunuh
hingga 150.000 orang di kedua negara itu.
D. DAMPAK BENCANA TSUNAMI
• Banjir dan gelombang pasang.
• Kerusakan pada berbagai bentuk infrastruktur.
• Pencemaran air besih.
• Korban jiwa dan ancaman kemanusiaan.
• Mewabahnya virus dan bakteri penyakit.
E. CARA MENANGGULANGI BENCANA
TSUNAMI


Jika tsunami datang
1. Jangan panic
2. Jangan menjadikan gelombang
tsunami sebagai tontonan. Apabila gelombang
tsunami dapat dilihat, berarti kita
berada di kawasan yang berbahaya
3. Jika air laut surut dari batas normal, tsunami mungkin terjadi
4. Bergeraklah dengan cepat ke
tempat yang lebih tinggi ajaklah keluarga dan orang disekitar turut serta.
Tetaplah di tempat yang aman sampai air laut benar-benar surut.Jika Anda sedang
berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sekuat-kuatnya ke
tempat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, berlarilah menuju bukityang
terdekat
5. Jika situasi memungkinkan, pergilah ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan
6. Jika situasi tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan seperti di atas,
carilahbangunan bertingkat yang bertulang baja (ferroconcrete building),
gunakan tanggadarurat untuk sampai ke lantai yang paling atas (sedikitnya
sampai ke lantai 3).
7. Jika situasi memungkinkan, pakai jaket hujan dan pastikan tangan anda bebas
dan
tidak membawa apa-apa
Sesudah tsunami
• Ketika kembali ke rumah, jangan lupa memeriksa kerabat satu-persatu
• Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman
• Hindari instalasi listrik
• Datangi posko bencana, untuk mendapatkan informasi Jalinlah komunikasi dan
kerja sama degan warga sekitar.
F. TSUNAMI DALAM SEJARAH
1 November 1755 - Tsunami menghancurkan Lisboa,
ibu kota Portugal, dan menelan 60.000 korban jiwa.
2.1883 - Pada tanggal 26 Agustus,
letusan gunung Krakatau dan tsunami menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.
3.2004 - Pada tanggal 26 Desember
2004, gempa besar yang menimbulkan tsunami menelan korban jiwa lebih dari
250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Ketinggian tsunami 35 m,
4.2006 - 17 Juli, Gempa yang menyebabkan
tsunami terjadi di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum
ditemukan 21 meter di Pulau Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500
orang. Dan berasal dari selatan kota Ciamis
5. 2007 - 12 September, Bengkulu,
Memakan korban jiwa 3 orang. Ketinggian tsunami 3-4 m.
6.2010 - 27 Februari, Santiago, Chili
7. 2010 - 26 Oktober, Kepulauan
Mentawai, Indonesia
2011 - 11 Maret, Sendai, Jepang
PENUTUP
Tsunami adalah salah satu bencana alam yang memang menakutkan. Dampak yang
ditimbulkan dari tsunami juga sangat bersifat merusak dan menghancurkan. Maka
dari itu, kita patut lebih mempelajari tentang bencana alam disekitar kita.
Dengan mempelajari, kita bisa mengetahui bagaimana tanda-tanda bencana seperti
tsunami itu akan terjadi dan akan lebih siap saat menghadapi terjadinya hal
yang tidak di inginkan. Namun kami lebih menghimbau, agar kita semua lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan YME. Karena Dia-lah penguasa seluruh jagat raya
ini. Atas kehendak-Nya juga seluruh bencana di alam semesta ini dapat
terjadi,termasuk TSUNAMI.